Hallo pembaca:)) ketemu
lagi dengan blogku, kali ini aku mau membahas Bumi Rafflesia ya tepatnya di Pulau Sumatra
Provinsi Bengkulu yang beribukota Kota Bengkulu ini, yang terkenal pantai
indahnya yang terbentang luas padek nian hehee ikutan bahasa Bengkulu yang
berarti keren banget.
Di sini banyak tempat
wisata yang harus kalian eksplore, mengapa? Ya, harus karena kalo kalian dateng ke sini ga dateng ke tempat
wisatanya rugi deh. Pengen tau kan isi dari Bengkulu apa aja? Berikut simak tempat yang harus kalian
eksplore, antara lain:
Ø Pantai
Panjang
Gaiss pantai ini banyak
menyimpan pesonanya yang indah, perairannya yang jernih dan amat bersih, selama
di sini kalian dijamin bakal puas banget deh.
Selain itu terdapat spot foto bertuliskan
Pantai Panjang cocok banget kalo untuk foto bersama-sama.
Ø Fort
Marlborough
Pada benteng ini kalian
pasti akan terkejut karena di sini terdapat Tank-tank dan sebagainya di masa
perang, benteng ini untuk persinggahan mereka yang di penjara lumayan serem
juga penjaranya di dalamnya sangat gelap dan kosong tak dihuni. Selain itu
benteng ini luas dan lapang sekali dan tak heran kalo berkunjung di sana
sedikit panas, di bagian paling atas benteng kalian akan seneng banget karena
benteng Marlborough bisa melihat langsung pesona pantai di sana.
Ø Rumah
Pengasingan Ir Soekarno
Sejarah perjuangan Bung
Karno dalam memerdekakan Indonesia dari penjajahan Belanda tidak dapat
dilepaskan dari pengasingan-pengasingan yang pernah dialaminya. Salah satu
tempat pengasingan Soekrano berada di Propinsi Bengkulu
Keistimewaan
Di dalam rumah pengasingan ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah. Benda-benda tersebut merupakan saksi bisu yang menemani sang Proklamator dalam menyusun strategi-strategi perjuangan selama di pengasingan. Di teras, selain meja dan kursi, ada dua lemari kecil. Bergeser sedikit ke dalam rumah, pengunjung dapat menjumpai sepasang kursi tua. Di sisi kanan terdapat tiga buah kamar dan di sisi kiri terdapat dua kamar tidur. Di dalam kamar tidur terdapat ranjang besi yang merupakan tempat tidur Bung Karno saat ia menghuni rumah ini. Di dalam satu dari tiga kamar lainnya, yang terletak di bagian depan, terpajang duplikat sepeda tua, kendaraan yang biasa dipakai Bung Karno untuk bepergian ketika itu.
Di kamar paling tengah ditempatkan sebuah lemari gandeng berukuran 2 x 1,5 meter, tempat buku koleksi Bung Karno dipajang. Sebuah lemari pakaian menyimpan pakaian serta beberapa benda bekas pemain sandiwara ketika itu, seperti kebaya dan payung tua terbuat dari kertas. Semuanya telah tampak usang dan pudar warnanya.
Kamar terakhir, pada bagian belakang, tampak kosong, tapi pada setiap bagian dinding terpajang bingkai-bingkai foto berukuran besar; tampak foto-foto Bung Karno beserta Ibu Inggit dan keluarga serta kerabatnya yang lain, termasuk foto Fatmawati yang ketika itu baru beranjak dewasa.
Namun, koleksi peninggalan yang sebenarnya paling berharga di dalam rumah ini adalah buku-buku Bung Karno yang jumlahnya mencapai ratusan buah. Deretan buku-buku tebal tersebut meliputi pelbagai jenis, seperti karya sastra klasik, ensiklopedia, data kepemimpinan Jong Java, hingga Alkitab Pemuda Katolik. Sayang sekali, buku-buku yang sebagian besar berbahasa Belanda itu sudah dalam keadaan rapuh dan hancur termakan usia.
Di dalam rumah pengasingan ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah. Benda-benda tersebut merupakan saksi bisu yang menemani sang Proklamator dalam menyusun strategi-strategi perjuangan selama di pengasingan. Di teras, selain meja dan kursi, ada dua lemari kecil. Bergeser sedikit ke dalam rumah, pengunjung dapat menjumpai sepasang kursi tua. Di sisi kanan terdapat tiga buah kamar dan di sisi kiri terdapat dua kamar tidur. Di dalam kamar tidur terdapat ranjang besi yang merupakan tempat tidur Bung Karno saat ia menghuni rumah ini. Di dalam satu dari tiga kamar lainnya, yang terletak di bagian depan, terpajang duplikat sepeda tua, kendaraan yang biasa dipakai Bung Karno untuk bepergian ketika itu.
Di kamar paling tengah ditempatkan sebuah lemari gandeng berukuran 2 x 1,5 meter, tempat buku koleksi Bung Karno dipajang. Sebuah lemari pakaian menyimpan pakaian serta beberapa benda bekas pemain sandiwara ketika itu, seperti kebaya dan payung tua terbuat dari kertas. Semuanya telah tampak usang dan pudar warnanya.
Kamar terakhir, pada bagian belakang, tampak kosong, tapi pada setiap bagian dinding terpajang bingkai-bingkai foto berukuran besar; tampak foto-foto Bung Karno beserta Ibu Inggit dan keluarga serta kerabatnya yang lain, termasuk foto Fatmawati yang ketika itu baru beranjak dewasa.
Namun, koleksi peninggalan yang sebenarnya paling berharga di dalam rumah ini adalah buku-buku Bung Karno yang jumlahnya mencapai ratusan buah. Deretan buku-buku tebal tersebut meliputi pelbagai jenis, seperti karya sastra klasik, ensiklopedia, data kepemimpinan Jong Java, hingga Alkitab Pemuda Katolik. Sayang sekali, buku-buku yang sebagian besar berbahasa Belanda itu sudah dalam keadaan rapuh dan hancur termakan usia.
Ø Lentera
Merah
Salah
satu menara suar di Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, yang disebut Lentera
Merah menjadi tempat wisata baru, khususnya untuk foto diri atau
"selfie" hingga beramai-ramai lalu diunggah ke
media sosial, seperti instragram.
Lentera Merah merupakan menara suar yang dicat berwarna merah dan dilengkapi satu lampu suar yang memancarkan cahaya berwarna merah.
Di pintu alur masuk Pelabuhan Pulau Baai juga terdapat satu menara lainnya, yakni Lentera Hijau, menara yang dicat berwarna merah dan dilengkapi lampu suar berwarna hijau.
Lentera Merah lebih populer karena posisinya menjorok ke laut sehingga pemandangan laut lepas bisa masuk dalam kamera.
Lentera Merah merupakan menara suar yang dicat berwarna merah dan dilengkapi satu lampu suar yang memancarkan cahaya berwarna merah.
Di pintu alur masuk Pelabuhan Pulau Baai juga terdapat satu menara lainnya, yakni Lentera Hijau, menara yang dicat berwarna merah dan dilengkapi lampu suar berwarna hijau.
Lentera Merah lebih populer karena posisinya menjorok ke laut sehingga pemandangan laut lepas bisa masuk dalam kamera.
Sedangkan satu menara lainnya berdiri sejajar dengan hamparan pohon pinus yang dianggap mengurangi unsur pantai dan laut lepas.
Ø Thomas
Parr Monument
Monumen Thomas Parr merupakan salah
satu obyek wisata sejarah di Propinsi Bengkulu. Letaknya berdekatan dengan
Benteng Marlborough, hanya berjarak sekitar 170 m di sebelah tenggara. Monumen
berbentuk tugu dengan luas 70 meter persegi dan tinggi 13,5 meter ini dibangun
oleh pemerintah Inggris pada tahun 1808 untuk memperingati Residen Thomas Parr
yang tewas dibunuh oleh rakyat Bengkulu.
Keistimewaan Monumen
Thomas Parr dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek fisik bangunannya dan
aspek sejarahnya. Dilihat dari aspek fisiknya, keistimewaan Monumen Thomas Parr
dapat dilihat dari keunikan arsitekturnya. Monumen berbentuk tugu ini berdenah
segi 8 dan mempunyai tiang-tiang bergaya corinthian (berbentuk bulat seperti
balok kayu yang mengandung makna agar bangunan terlihat kokoh dan berwibawa).
Pintu masuknya terdapat di bagian depan dan sisi kanan dan kiri, berbentuk
lengkung sempurna dan tidak mempunyai daun pintu. Pada salah satu dinding di
ruang dalam tugu terdapat sebuah prasasti, tapi pada saat ini sudah tidak dapat
dibaca lagi karena sudah rusak. Bagian atas tugu mempunyai atap yang berbentuk
kubah.
Ø Danau
Dendam tak Sudah
Pasti kalian tak asing
lagi dengan danau yang famous di kota ini, yaa danau dendam tak sudah
pemandangan yang cukup memikat hati. Kalo kalian ke sini, jangan lupa sambil
minum air kelapa yang sudah dijual di pinggir danau sambil menikmati
pemandangannya.
Selain
itu terdapat Flora & Fauna yang terkenal di kota ini, yaitu
~Flora
1) Amorphophallus
Titanum
Provinsi
Bengkulu memilih dan menetapkan bunga bangkai sebagai khas atau flora identitas
provinsi. Bunga Bangkai atau Suweg Raksasa merupakan tumbuhan dari Famili
Araceae.
Tumbuhan
yang merupakan tumbuhan endemic Sumatera ini dikenal sebagai tumbuhan khas yang
memiliki ukuran raksasa dan baunya yang busuk. Bersama kerabatnya dekatnya,
Amorphophallus gigas (Amorphophallus RaksasaSumatera) dikenal sebagai tumbuhan
dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia.
Bunga
bangkai, Suweg Raksasa, atau Titan Arum berwarna krem pada bagian luar dan pada
bagian yang menjulang. Mahkota bunganya berwarna merah keunguan, saat mekar
bentuknya terlihat seperti terompet. Tinggi bunga bangkai saat mekar sempurna
bisa mencapai sekitar 4 m dengan diameter 1,5 m.
Klasifikasi
Ilmiah Bunga Bangkai:
Ø Kerajaan:
Plantae.
Ø Divisi : Magnoliohyta.
Ø Kelas : Liliopsida.
Ø Ordo : Alismatales.
Ø Famili : Araceae.
Ø Genus : Ammorphophallus.
Ø Speisies : Ammorphophallus Titanum (Becc.)
2)Rafflesia Arnoldi
Rafflesia arnoldii tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Nutrisi yang dibutuhkan bunga ini diambil dari pohon inangnya. Bunga yang ditetapkan sebagai flora identitas provinsi Bengkulu ini juga tidak memiliki batang maupun akar sehingga yang tampak hanyalah bunganya saja yang berkembang dalam kurun waktu tertentu.
~Fauna
1)Beruang Madu
Mendampingi Bunga Bangkai, provinsi Bengkulu
menetapkan Beruang Madu sebagai hewan khas atau fauna identitas provinsinya.
Meskipun hewan dari family Ursidae ini bukan hewan endemic Indonsia, namun
dengan habitat alaminya di pulau Sumatra dan Kalimantan wajar jika kemudian masyarakat
Bengkulu menasbihkannya sebagai mascot provinsi Bengkulu. Di Kalimantan,
binatang inipun menjadi mascot kota Balikpapan. Nama latin hewan
ini adalah helarctos malayanus (Rafles, 1821) yang dalam bahasa Inggris dikenal
sebagai Malayan Sun Bear atau Sun Bear. Dibandingkan dengan jenis beruang lain
di dunia, Beruang madu memiliki ukuran tubuh paling kecil. Panjang tubuh
sekitar 1,4 meter dengan berat antara 50-65 kg. Beruang madu memiliki bulu yang
hamper seluruhnya berwarna hitam dengan pola khas berbentuk “V” berwarna
keputihan atau kuning di dadanya.
Klasifikasi Ilmiah
Beruang madu:
Ø Kerajaan:Animalia
Filum: Chordata
kelas:Mammalia
Ordo: Carnivora
Famili:
Ursida
Genus: Helarctos
Spesies:Helarctos malayanus(Raffles,1821)
2)Harimau Sumatera
Ciri-ciri Fisik
Harimau Sumatera
menghadapi dua jenis ancaman untuk bertahan hidup: mereka kehilangahabitat
karena tingginya laju deforestasi dan terancam oleh perdagangan illegal dimana
bagian-bagian tubuhnya diperjualbelikan dengan harga tinggi di pasar gelap
untuk obat-obatan tradisional, perhiasan, jimat dan dekorasi. Harimau Sumatera
hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia.
Ciri-ciri Fisik
- Harimau Sumatera memiliki tubuh yang relatif paling kecil dibandingkan semua sub-spesies harimau yang hidup saat ini.
- Jantan dewasa bisa memiliki tinggi hingga 60 cm dan panjang dari kepala hingga kaki mencapai 250 cm dan berat hingga 140 kg. Harimau betina memiliki panjang rata-rata 198 cm dan berat hingga 91 kg.
- Warna kulit harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua
Mari kita jaga kelestarian alam Indonesia maupun flora dan faunanya, kalo bukan kita siapa lagi. Sekian artikel yang ke-3 ini smoga bermanfaat yaa :))














